Monday, 15 Apr 2024

Cara Mendidik Anak Yang Baik Tanpa Kekerasan

7 minutes reading
Friday, 1 Dec 2023 11:30 0 118 Sela Rahma

Nesiaverse.com – Mendidik seorang anak, memang sudah menjadi tanggung jawab kedua orang tua. Dari didikan orang tualah kepribadian seorang anak dapat terbentuk. Maka dari itu perlu sekali para orang tua melakukan berbagai cara mendidik anak yang baik tanpa kekerasan.

Jika ingin membesarkan seorang anak tentunya harus dididik sebaik mungkin, supaya kelak ketika mereka sudah tumbuh dewasa nanti perilaku dan kepribadiannya terbentuk menjadi lebih baik. Memiliki tata krama yang baik, serta menghargai kamu sebagai orang tua mereka.

Sedangkan didikan orang tua yang buruk, maka dapat mempengaruhi pertumbuhan si anak nantinya. Membentuk kepribadian yang tidak jauh berbeda dari bagaimana cara kamu sebagai orang tua mendidik mereka terlalu kasar, atau bahkan sampai menggunakan kekerasan.

Lalu kalau begitu bagaimana cara mendidik anak yang baik tanpa kekerasan? Nah, disini akan memberikan beberapa tips atau cara dalam mendidik anak yang baik tanpa kekerasan secara menyeluruh. Jadi langsung saja simak ulasannya di bawah ini dengan seksama!

Cara Mendidik Anak Yang Baik Tanpa Kekerasan

Cara Mendidik Anak Yang Baik Tanpa Kekerasan

Anak merupakan titipan dari Tuhan, jadi orang tua harus paham bahwa dengan memiliki anak berarti memiliki tanggung jawab yang besar pula, untuk senantiasa di rawat, di jaga, serta mendidik mereka dengan baik dan benar, terutama tanpa melakukan kekerasan pada mereka.

Tidak jarang ditemukan kasus-kasus kekerasan pada anak yang justru kemudian membentuk kepribadian si anak menjadi pribadi yang lebih keras kepala, bandel, suka melawan, sukar meminta maaf dan bahkan tidak segan melakukan kekerasan seperti yang orang tua lakukan. 

Cara mendidik dengan kekerasan, bukan jaminan untuk membuat si anak menjadi penurut. Kadangkala orang tua merasa diri mereka superior, dan merasa berhak melakukan hal tersebut saat anak mereka tidak mau menurut yang padahal cara tersebut sangat salah dalam mendidik.

Padahal mendidik anak dengan kekerasan justru akan membuat si anak berpikir bahwa menyelesaikan suatu perkara dapat dilakukan melalui hal tersebut. Memang harus diakui, cara mendidik anak tanpa kekerasan memerlukan banyak kesabaran dan tidak mudah dilakukan.

Namun, peran orang tua sangat penting untuk mendidik dan mengajari anak bagaimana cara mengontrol emosi ketika menghadapi permasalahan. Orang tua harus mencontohkannya terlebih dahulu agar si anak mau mencoba belajar dari seperti apa yang mereka lihat.

Apabila kamu ingin mencari cara yang tepat untuk mendidik anak, berikut ada beberapa cara mendidik anak yang baik tanpa kekerasan. Diantaranya adalah:

Mulai Dari Orang Tua

Orang tua merupakan role model bagi anak-anaknya dalam mempelajari perilaku dan sikap. Orang tua harus menjadi contoh yang baik dan konsisten dalam mendisiplinkan anak-anaknya. Dengan mempraktikkan perilaku yang diinginkan pada anak mereka secara langsung.

Orang tua dapat memberikan contoh yang positif bagi anak-anaknya. Selain itu, orang tua harus mendisiplinkan diri sendiri terlebih dahulu, sebelum mengajari anak-anak. Sebab, mereka belajar lebih banyak dan lebih cepat melalui contoh daripada hanya sekedar instruksi.

Memberikan Pilihan Kepada Anak

Dengan memberikan pilihan kepada anak, secara tidak langsung dapat mendidik anak dengan baik tanpa kekerasan. Hal ini terjadi karena beberapa alasan berikut:

  • Meningkatkan kemampuan anak dalam membuat pilihan; melalui hal ini, anak akan belajar mengenali alasan sebelum membuat keputusan, kemudian akan membantu mereka memahami bagaimana menjaga kesejahteraan diri dan mengatasi kesulitan.
  • Mendorong keterampilan komunikasi; ketika anak diberi pilihan, mereka akan belajar cara mengkomunikasikan keinginan mereka dengan lebih baik, yang mana dapat membantu orang tua dalam mengupayakan alternatif.
  • Mengembangkan sikap mandiri; memberi pilihan pada anak dapat membantu mereka menjadi lebih mandiri dan mengakui penggunaan tanggung jawab atas diri mereka.
  • Meningkatkan hubungan orang tua dan anak; sebab melalui metode memberi pilihan ini dapat membuat orang tua dan anak lebih dekat dan saling memahami satu sama lain, mudah menyampaikan perasaan dan kesadaran.
  • Mendukung pengembangan moral; anak akan belajar memahami perbedaan antara yang benar dan salah, serta dapat mengembangkan moral mereka.

Membuat Kesepakatan

Pada dasarnya, konflik yang kerap kali terjadi antara orang tua dan anak adalah perasaan kesal karena tidak didengarkan. Baik dari pihak orang tua, maupun si anak.

Jadi, dengan membuat kesepakatan antara keduanya, dapat mengurangi dampak negatif dari perbedaan keinginan satu dengan yang lainnya. Disamping itu, dapat meningkatkan kemampuan komunikasi anak.

Menasihati Anak Secara Pelan-Pelan

Memberitahu atau menasihati anak secara pelan-pelan dan sabar dapat membantu mereka mengontrol emosi serta memahami sesuatu yang diinstruksikan dengan lebih baik.  Metode ini bagus untuk mendidik anak tanpa harus turun tangan atau melakukan kekerasan.

Misalnya, ketika anak-anak diminta melakukan sesuatu yang belum mereka kuasai atau ketika lingkungan mereka membuat mereka kewalahan dan mereka belum belajar bagaimana mengatasi emosi mereka. Beritahulah mereka secara bertahap.

Orang tua juga dapat memberikan dukungan positif, seperti pujian atau pelukan, untuk membantu anak mengatasi emosi dan belajar kembali stabil saat tengah merasa kesal.

Forgiving Habits

Berikutnya cara mendidik anak tanpa kekerasan adalah forgiving habits atau kebiasaan memaafkan. Dalam satu waktu, apabila si anak bertengkar dengan temannya meski dia sesungguhnya tidak bersalah, tanamkanlah sifat terbiasa meminta maaf dan memaafkan terlebih dahulu.

Jelaskan pada mereka, meminta maaf bukan berarti kalah. Namun, pemenang yang sesungguhnya justru mereka yang hatinya lapang untuk memaafkan orang. Biasakanlah hal ini sedini mungkin, sampai mereka beranjak dewasa dan terbiasa untuk memaafkan dan meminta maaf.

Mengajarkan Empati

Ketika si kecil memukul temannya, cobalah meminta mereka untuk menempatkan diri mereka seperti orang yang dipukul. Dengan cara ini, si anak akan dapat memahami bagaimana perasaannya saat orang lain memukulnya seperti yang dia lakukan. 

Hal ini mengajarkan anak bagaimana merasakan kasih sayang dan empati, serta apa artinya menyakiti orang lain. Mengembangkan empati dapat membantunya menghindari anak berperilaku kasar atau menyimpang terhadap orang lain.

Menetapkan Konsekuensi

Konsekuensi bukan berarti memberi hukuman seperti memukul atau melakukan kekerasan pada anak, sama aja bohong. Namun, konsekuensi yang dimaksud disini adalah mengajarkan anak bahwa setiap perlakuan yang buruk atau salah akan mendapatkan balasan. Misalnya, dengan mencabut hak istimewanya di waktu tertentu, lakukan hal ini terus sampai si kecil menyadari kesalahannya.

Dengan menetapkan konsekuensi terhadap perilaku si kecil yang kurang dirasa baik, akan membantu mereka menyadari bahwa perilaku buruk hanya akan membuat mereka merasa rugi karena harus menanggung konsekuensi tersebut.

Jangan Ragu Memberikan Hadiah

Alih-alih memukul anak karena perilakunya yang buruk, sebaiknya beri mereka hadiah ketika mereka berperilaku baik. Hal ini dapat membuat si kecil secara bertahap berhenti berperilaku buruk.

Sebab, si anak pastinya akan menargetkan diri untuk mendapat penghargaan tersebut berdasarkan perilaku baik yang diakui oleh orang tua.

Mengajarkan Bertutur Kata Sopan

Ketika orang tua mengajarkan anak untuk bertutur kata sopan, hal tersebut dapat membantu mereka belajar bagaimana berkomunikasi dengan baik, yang kemudian mengajarkan pula mereka untuk menghargai dan memperlakukan orang lain dengan baik. 

Selain itu, mengajarkan anak berbicara dengan sopan juga dapat membantu mereka mengungkapkan diri mereka dengan cara yang lebih positif dan efektif, yang dapat membantu si kecil mengatasi emosi dan konflik.

Berikan Waktu Untuk Belajar

Metode ini memungkinkan anak untuk belajar dan berkembang tanpa terlalu banyak tekanan. Dengan waktu yang cukup, anak-anak dapat memahami petunjuk, menyelesaikan tugas, dan mengatasi tantangan tanpa merasa terburu-buru atau tertekan. 

Selain itu, dapat memungkinkan mereka untuk belajar, berkomunikasi, dan menyelesaikan tugas dengan cara yang sesuai dengan kemampuan mereka tanpa merasa terancam atau khawatir mendapat hukuman fisik.

Mendidik anak memang diperlukan kemampuan untuk bersabar secara ekstra. Karena, setiap metode tidak akan didapatkan secara langsung hasilnya, melainkan perlu proses pendekatan yang cukup lama. Demikian pula, orang tua harus sadar akan cara mendidik dapat mempengaruhi masa depan si buah hati.

Sebab akan membentuk karakter, kecakapan, serta identitas pada diri si kecil. Sehingga selain sabar, orang tua juga harus ekstra hati-hati dalam memilih metode apa yang sebaiknya digunakan dengan memperhatikan kepribadian anak dan situasi kondisi yang tepat.

Itulah beberapa cara mendidik anak yang baik tanpa kekerasan perlu untuk kamu ketahui, supaya bisa mendidik anak sendiri dengan baik dan benar serta tidak membiasakan mendidik dengan kekerasan kepada mereka. Dengan begitu, dalam keluarga tidak perlu saling menyakiti.

Usahakan untuk melakukannya secara konsisten, selalu ingat dampak buruk akibat mendidik anak pakai kekerasan. Jika diperlukan, lakukan sewajarnya saja, jangan sampai membuat si anak jadi tertekan atau dinormalisasikan dalam keluarga. Good Luck semoga membantu.